โญ 1. Mengenal Pecahan
A. Bilangan Pecahan
Pecahan adalah bilangan yang merepresentasikan bagian dari keseluruhan atau perbandingan dua bilangan bulat. Pecahan dinyatakan dalam bentuk berikut: a/b. Bentuk tersebut dapat dibaca "a per b". Yang mana "a" itu sebagai pembilang dan "b" sebagai penyebut, dan penyebut tersebut tidak boleh sama dengan nol.
Dengan menggunakan pecahan, kita dapat menyatakan nilai yang tidak bulat, seperti setengah, sepertiga, atau seperempat, sehingga memudahkan dalam memahami dan menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membagi makanan, mengukur bahan, atau menentukan perbandingan.
๐ฎ Contoh Bilangan Pecahan:
- Dalam suatu pesta terdapat 9 balon dengan warna berbeda. Balon biru ada 2 buah dari total 9 balon, maka dapat dituliskan menjadi pecahan 2/9 (2 sebagai pembilang, 9 sebagai penyebut).
- Ibu membeli 1 buah semangka lalu dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Setiap orang mendapatkan 2 potong, maka bagian setiap orang dapat ditulis 2/8.
B. Pecahan Senilai
Pecahan senilai adalah pecahan yang bernilai sama tetapi bentuknya berbeda. Pecahan ini menunjukkan bagian yang sama dari suatu keseluruhan, hanya saja pembilang dan penyebutnya dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama.
๐ฎ Contoh Pecahan Senilai:
Kue cokelat dipotong menjadi 4 bagian dan diambil 1 bagian (1/4). Kue vanila dipotong menjadi 8 bagian dan diambil 2 bagian (2/8). Potongan 1/4 dan 2/8 memiliki ukuran besar yang sama, sehingga 1/4 senilai dengan 2/8.
Cara mencari pecahan senilai dari 6/12:
- Dengan perkalian (dikali 2): (6ร2) / (12ร2) = 12/24
- Dengan pembagian (dibagi 2): (6รท2) / (12รท2) = 3/6
C. Bentuk Pecahan
Pecahan memiliki beberapa bentuk yang dapat digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Bentuk-bentuk pecahan tersebut antara lain:
- Pecahan biasa: Terdiri dari pembilang (bagian atas) dan penyebut (bagian bawah). Contoh: 3/4.
- Pecahan campuran: Pecahan yang terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa. Contoh: 1 2/3.
- Pecahan desimal: Pecahan yang dituliskan dengan tanda koma (,). Contoh: 0,6 atau 0,19.
- Persen: Bentuk pecahan yang menyatakan per seratus (%). Contoh: 25% (artinya 25/100).
D. Mengubah Bentuk Pecahan
Mengubah bentuk pecahan adalah proses mengubah suatu pecahan ke bentuk lain yang senilai tanpa mengubah nilainya.
๐ฎ Contoh Mengubah Bentuk Pecahan:
- Pecahan biasa ke pecahan campuran: Pecahan 5/3 diubah dengan cara 5 dibagi 3 didapatkan hasil 1 dengan sisa 2. Ditulis: 1 2/3.
- Pecahan biasa ke pecahan desimal: Pecahan 3/5 diubah dengan mengubah penyebut menjadi per sepuluh (dikali 2), menjadi 6/10 = 0,6.
- Pecahan biasa ke Persen: Pecahan 1/2 dikalikan dengan 100%, maka 1/2 ร 100% = 50%.
E. Membandingkan Bilangan Pecahan
Membandingkan bilangan pecahan adalah menentukan pecahan mana yang lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama dengan (=).
๐ฎ Contoh Membandingkan Pecahan:
Bandingkan pecahan 1/2 dengan 1/4!
Samakan penyebutnya menjadi 8 (hasil dari 2ร4):
- 1/2 menjadi 4/8
- 1/4 menjadi 2/8
Karena pembilang 4 lebih besar dari 2, maka 4/8 > 2/8 (artinya 1/2 > 1/4).
โญ 3. Operasi Hitung Pecahan (2)
Kategori: Perkalian & Pembagian Pecahan
A. Perkalian Pecahan
- Pecahan biasa: Kalikan pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut secara langsung.
- Pecahan campuran: Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian dikalikan langsung.
๐ฎ Contoh Perkalian Pecahan:
Perkalian pecahan biasa: 2/3 ร 1/4 = (2ร1) / (3ร4) = 2/12 disederhanakan menjadi 1/6
B. Pembagian Pecahan
- Pecahan biasa: Ubah pembagian menjadi perkalian dengan cara membalik pecahan kedua (pembilang jadi penyebut dan sebaliknya), lalu kalikan.
- Pecahan campuran: Diubah terlebih dahulu menjadi pecahan biasa, balik pecahan kedua, lalu kalikan.
๐ฎ Contoh Pembagian Pecahan:
Pembagian pecahan biasa: 2/5 รท 3/4 = 2/5 ร 4/3 = (2ร4) / (5ร3) = 8/15